Rabu, 11 Mei 2011

Refleksi Pertanyaan (Kuliah Filsafat oleh Pak Marsigit)

Ø Aan: siapakah yang mempelajari hakekatnya hakekat?

Berikut adalah tabel peta filsafat

Ontologi

Epistemologi

Aksiologi

Ontologi

· Merupakan hakekatnya hakekat

· Dinamakan metafisik

Hakekat dari kebenaran / metode

Kebenaran / metode hakekat

Estetikanya hakekat

Hakekat dari estetika

Epistemologi

Kebenarannya hakekat

Hakekat kebenaran

· Metodenya metode

· Kebenaranya kebenaran

Estetikanya kebenaran

Estetika dari kebenaran

Aksiologi

Hakekatnya estetika

Estetikanya hakekat

Kebenaran estetika

Estetika kebenaran

· Estetikanya estetika

Keterangan:

Ontologi : mempelajari sumber-sumber hakekat

Epistemoligi : mempelajari sumber-sumber kebenaran dan metode

Aksiologi : mempelajari sumber-sumber etik, estetika, symbol

Berbicara tentang estetikanya estetika, maka kita berbicara tentang etik secara etik. Seperti contohnya saat resepsi pernikahan, saat para sepuh sedang memberikan wejangan tentang kehidupan, saat itulah orang bicara tentang estetikanya estetika.

Berbicara tentang kebenaranya kebenaran, maka sampailah kita pada bahasan segala yang benar-benar benar. Apa yang benar kadang belum tentu seutuhnya benar karena adanya batas ruang dan waktu.

Berbicara tentang hakekatnya hakekat, maka tidak lain tidak bukan adalah berbicara tentang Tuhan. Karena yang mengetahui hakekatnya hakekat tidak lain tidak bukan adalah Tuhan sendiri.

Ø Nana:

- Bagaimana cara mengajari orang sholat?

Tingkatan hidup seseorang meningkat dari kebutuhan material, formal, normatif, dan spiritual. Spiritual merupakan tingkakan yang paling tinggi, sehingga untuk mencapai titik kesempurnaan dalam hal spiritual, haruslah dilakukan dengan guru-guru spiritual yang dipercayai. Untuk dapat mengajarinya sholat, maka kita harus dulu menjadi guru spiritual baginya. Karena guru spiritual tidak hanya mengajari, namun juga mampu mengajak melakukan sesuatu.

- Bagaimanya caranya agar hati dapat mengendalikan pikiran?

Jawabannya cukup singkat, yaitu dengan membenahi cara-cara kita beribadah, maka hati kita mampu mengendalikan apa yang kita pikirkan

Ø Janu: Seberapa krusial peran filsafat dalam proses pembenahan bangsa?

Yang paling krusial ialah ketika orang yang berkuasa berusaha untuk menguasai filsafat bangsa tersebut. Orang yang berkuasa pastilah berkarakter, seperti contohnya penjajah Belanda, orang-orang Belanda yang menjajah saat itu pastilah memiliki karakter, dari dan untuk Belanda. Dalam tiap orde pemerintahan di Indonesia pun memiliki karakter yang berbeda-beda. Guru tradisional pun memiliki karakter masing-masing, tak ada yang sama satu sama lain. Apabila karakter bertemu dengan kuasa, maka jadilah sesuatu itu bersifat tradisional.

Ø Ana: Bagaimana cara memahami karakteristik siswa?

Cara yang paling mudah ialah dengan berkomunikasi. Semakin banyak atau sering kita berkomunikasi dengan siswa, maka semakin mengertilah kita dengan jalan pikiran siswa, sehingga semakin mudah pula kita mengetahui karakternya.

Ø Puput: Apakah relevan, jika para orang tua mengambil pesan moral yang diajarkan oleh dalang cilik itu?

Wayang merupakan suatu bentuk aksiologi/estetika. Namun dalam wayang tersebut, terdapatlah estetikanya hakekat (aksiologinya ontologi), estetikanya metode (aksiologinya epistemologi), serta estetikanya estetika itu sendiri (aksiologinya aksiologi).

Dalang cilik, hanya terbatas pada aksiologinya ontology. Yaitu hanya pada pengenalan hakekat sebenarnya wayang. Mereka (para dalang cilik) barulah menceritakan kisah-kisah yang ada dalam pewayangan secara teori dan hapalan, jadi belum ada pesan moral atau critical-critical thinking dalam kehidupan kita atau juga penyampaian pengalaman hidup. Mereka baru menceritakan separuh dari dunia wayang, dan hanya hafalan. Jadi memang kurang relevan untuk kebutuhan pesan moral bagi orang dewasa. Hanyalah memiliki sifat entertain bagi orang-orang dewasa.

Ø Intan:

- Bagaimana cara mengatasi gugup/panic?

Cara paling ampuh ialah dengan berdoa yang khusuk, mencari guru spiritual, perbanyak istigfar dan mohon ampun. Dijamin, gugup/panic akan segera hilang.

- Apakah hubungan sejarah dan filsafat?

Filsafat mempelajari sesuatu yang tadi, sekarang, dan yang akan datang. Sesuatu yang telah lewat itulah yang kita sebut sejarah. Maka jelaslah hubungan sejarah dan filsafat, yaitu sejarah merupakan suatu bagian yang dipelajari dalam filsafat.

Ø Kadek: apakah filsafat gending Jawa itu?

Gending Jawa itu merupakan suatu harmoni. Harmoni memiliki makna sadar terhadap ruang dan waktu. Sadar dan waktu nya gending-gending jawa ialah ketika alat-alat tersebut bunyi sesuai dengan alunan lagunya sehingga membentuk harmoni yang luar biasa indahnya.

Ø Nurika: bagaimana bisa Syeh Siti Jenar mengganggap dirinya Tuhan?

Tidak perlu melihat terlalu jauh sampai pada Syeh Siti Jenar untuk melihat seseorang yang menganggap dirinya Tuhan. Kita pun kadang merasa diri kita adalah Tuhan, ketika kita merasa kita sudah menyatu dengan Tuhan. Ketika pada tingkatan yang paling tinggi, kita tak mampu mengendalikan diri kita, maka kesombongan diri itulah yang membuat kita menganggap diri kita ini Tuhan. Sama seperti kesombongan Syeh Siti Jenar yang mengaku-aku di depan Tuhan.

Ø Husna: bagaimanakah orang yang bijaksana itu?

Filsafat itu bijaksana. Maka para filsuf itu merupakan orang-orang yang berusaha untuk menjadi bijaksana, atau menggapai bijaksana itu. Elegy pun tak jauh beda dengan filsafat. Hanya Tuhan dan orang-orang pilihan-Nya lah yang secar mutlak dikatakan bijaksana. Secara filsafat, orang yang bijaksana ialah orang yang berilmu serta mempunyai rasa dan karsa. Menurut orang barat, orang yang bijaksana ialah orang yang mencari ilmu. Sedangkan menurut orang timur, orang yang bijaksana ialah orang yang member ilmu.

Ø Tyas Wirani: bagaimana cara mengajarkan materi kepada siswa yang daya tangkapnya lamban?

Mengajarkan digarisbawahi. Kata mengajarkan itu kurang tepat untuk digunakan pada jaman sekarang ini. Kita sebagai pendidik, bukan mengajarkan materi, melainkan mencari cara kreatif agar siswa itu mau belajar secara kreatif pula. Kreatif bukanlah diperintah, hanya difasilitasi. Mereka dapat dengan merdeka menggunakan cara belajar mereka masing-masing.

Ø Nisa: Bagaimana cara menjunjung kesopanan terhadap ruang dan waktu?

Ada kalanya mengabaikan ruang dan waktu itu juga menghargai ruang dan waktu yang lain. Karena hidup kita ini suatu reduksi, maka memang pada suatu ruang dan waktu, pastilah kita mengabaikan ruang dan waktu yang lain,oleh sebab itu, kita harus pandai memilah-milah. Jika itu memang baik maka baiklah untuk kita. Hidup itu mereduksi, maka hargailah yang telah ada.

Ø Ita: antara hati dan pikiran, apakah harus seimbang?

Segala yang kita butuhkan haruslah seimbang. Secara material (emosi), formal, normative (cinta), serta spiritual. Spiritual inilah yang merupakan paying dari segala kebutuhan yang kita butuhkan, termasuk pikiran kita.

Rabu, 27 April 2011

Filsafat Matematika dan Filsafat Pendidikan Matematika(Kuliah Pak Marsigit)

Margaretha Putrining Tyas
08301241037
P. Matematika Subsidi 08

Filsafat Matematika dan Filsafat Pendidikan Matematika
Kuliah Filsafat Pak Marsigit

Berikut merupakan sebuah gambar, contoh fenomena sehari-hari dulu kala, yaitu fenomena yang terjadi pada peradaban manusia kuno di jaman Mesopotamia, Babilonia, dan Mesir.

Dengan suatu contoh tentang abstraksi terhadap sesuatu yang kita jumpai dan mampu melekat erat dalam pikiran kita, kemudian kaum-kaum cendekia dari Yunani mulai memikirkan sesuatu. Yaitu tentang matematika sehari-hari yang juga perlu dilakukan abstraksi serta idealisasi sehingga dapatlah dengan mudah matematika itu diBUKTIkan.

Alam berpikir manusia ialah alam transenden yaitu terdiri dari 2 paham. Yang pertama yaitu paham yang diajarkan oleh Perminedes yaitu bahwa pikiran manusia itu tetap adanya, tanpa ada perubahan. Sedangkan yang kedua, pikiran manusia itu berubah. Lebih fleksible, tergantung akan ruang dan waktu. Yaitu paham yang diajarkan oleh Heraclitos. Perubahan yang dimaksud ialah perubahan system berpikir, perubahan struktur berpikir, juga bangunan dalam pikiran kita. Perubahan yang terjadipun berdasarkan pada pondamen yang ada. Jika kita sesalu meletakkan dasar setiap akan melakukan sesuatu, maka kita berada dalam lingkar ideology pondamentalism. Namun jika kita tanpa dasar melakukan sesuatu, maka kita tergolong dalam kaum intuisionism.

Matematika jika dilihat dari paham yang pertama, yaitu Pondalism, terbagi menjadi 4 kategori yaitu: tunggal, dual, multi, dan pluralism. Dimana masing-masing kategori bersifat absolute dan relatif. Pondasi inilah yang menyebabkan adanya hermeneutika pendidikan. Yaitu matematika perlu adanya ektensi yang luas seluas-luasnya serta intense yang dalam sedalam-dalamnya.
Secara filsafat, matematika juga masih tetap berada dalam unsure ontologi, epistemologi dan aksiologinya. Suatu abstraksi (contohnya gambar tadi), merupakan suatu fenomena kehidupan. Sedangkan apa yang ada dalam pikiran merupakan noumenenya.

Sesuai apa yang kita diskusikan dalam perkuliahan sebelumnya, kita tahu bahwa dunia sesungguhnya terbagi menjadi 2 bagian, yaitu dunia yang terikat oleh ruang dan waktu serta dunia yang terbebas oleh ruang dan waktu. Dunia yang terbebas oleh ruang dan waktu ialah dunia yang berada dalam ranah pikiran manusia, transenden, noumena. Para pengikut Hilbert, kaum Fondamentalis, Formalis, Aksiomatis. Memiliki sifat rigor, Apodiktik, Tunggal, Pasif, Konsisten. Juga sifat koheren, identitas serta absolutnya. Pengikutnya ialah orang-orang UGM, ITB, UI, IPB, Matematikawan. Yaitu kaum-kaum pendukung pelaksanaan UN. Sedangkan dunia yang terikat oleh ruang dan waktu memiliki sifat kontradiktif, relatif, plural, serta korenpondensi. Para pengikutnya ialah orang-orang UNY, IKIP, Sekolah dan siswa. Orang-orang yang peka akan adanya hal-hal yang kurang pas dalam dunia pendidikan.

Oleh sebab itu, sebagai gerakan revolusi pendidikan, Dr. Marsigit, M.A memberanikan diri untuk menulis Surat Terbuka kepada Presiden, dengan tujuan agar dibaca khalayak umum sehingga khalayak umum sadar akan ketidak tepatan sistem pendidikan di Indonesia ini. Seperti yang telah saya sebutkan diatas, selama masih ada UN, maka pendidikan matematika tidak akan baik. Karena pendidikan masih dikuasai UGM, ITB, dkk, yaitu kaum-kaum fondamentalis, yang sama sekali tak memiliki basic pendidikan. Bagi kaum-kaum pendidik, jika kita masih belum sadar dan tidak benar-benar paham akan hal itu, berarti kita masih tergabung pada pemikiran kaum-kaum yang terbebas oleh ruang dan waktu. Jika kita telah mulai sadar, maka ide ‘Revolusi Pendidikan’ pastilah menjadi solusi utama perubahan system yang salah di Indonesia ini. Kaum yang terbebas oleh ruang dan waktu merupakan kaum-kaum Pure Mathematician yang menganut absolutism. Sedangkan kaum-kaum Educatician merupakan kaum-kaum kontruktivis dan socio, dan sesungguhnya kaum-kaum seperti itulah yang tahu bagaimana cara memperlakukan orang lain, taruhlah peserta didik, dengan baik. Karena jiwa sosialnya telah dibentuk sejak awal, sehingga sense of psychology nya lebih baik/peka.

Berdasarkan teorinya, pembelajaran dengan metode RME (Realistic Mathematic Education), pada tingkatan SD, mereka mengenal matematika melalui benda konkrit seperti alat peraga. Tingkat SMP melalui skema, tingkat SMA melalui model, dan barulah tingkat PT mempelajarinya secara abstrak/formal, dengan pembuktian-pembuktian teorema yang digunakan pada tingkat bawahnya. Menurut Gestalt, berkaitan dengan skema kognisi, pembelajaran secara Deduksi, dari umum ke detail, lebih cocok digunakan di bangku SD dan SMP daripada secara Induksi, dari detail ke umum.

Selasa, 12 April 2011

RUWAT = PENJELASAN (kuliah Pak Marsigit)

Margaretha Putrining Tyas
08301241037
P. Matematika Subsidi 08

TUGAS PERKULIAHAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA
RUWAT = PENJELASAN
Kuliah Filsafat oleh Pak Marsigit

Terdapatlah suatu manusia dan bumi dalam lingkaran ruang dan waktu tertentu. Seorang manusia itu, sebutlah beliau Dr. Marsigit, sedang melakukan abstraksi menggunakan pikirannya mengambil jarak dari bumi. Kemudian abstraksi itu diambil lagi untuk menerjemahkan apa itu bumi sesungguhnya.

Anggaplah hasil abstraksi itu adalah sebuah titik. Jika titik itu berada dalam pikiran kita, maka titik itu merupakan obyek pikiran. Jika titik itu dapat kita lihat dengan mata kita, maka titik itu sekarang berada di luar pikiran kita dan tidak lagi kita pikirkan karena tidak berada di dalam pikiran kita. Titik yang demikianlah yang disebut obyek luar pikiran.

Titik yang berada dalam pikiran merupakan suatu potensi dan yang berada di luar pikiran merupakan suatu fakta bahwa sesungguhnya titik itu nyata adanya. Jika titik itu merupakan perpaduan sekaligus potensi dan fakta, maka titik itu telah berada dalam suatu naungan ruang dan waktu.

Potensi dan fakta yang relative terhadap ruang dan waktu jika ditambah dengan kesadaran apa yang kita miliki, maka akan menjadi sesuatu yang bermakna. Sesuatu yang bermakna itu misalnya titik tadi, bisa mewakili seseorang, sebidang tanah, dunia, garis, kawat, Negara, dan lainnya. Tergantung pada batasan ruang dan waktunya.

Potensi dan fakta yang relative terhadap ruang dan waktu jika ditambah dengan kesadaran apa yang kita miliki, serta penambahan abstraksi akan membuat kita semakin kompleks dan rumit untuk memahami dunia.

Taruhlah titik itu sebuah potensi, jika digeser dan ditarik akan dapa membentuk garis, dimana garis adalah faktanya.

Taruhlah titik itu sebuah potensi, jika digeser dan ditarik akan dapa membentuk lingkaran, dimana lingkaran adalah faktanya.

Taruhlah titik itu sebuah potensi, jika digeser dan ditarik akan dapa membentuk kubus, dimana kubus adalah faktanya.

Taruhlah titik itu sebuah potensi, jika digeser dan ditarik akan dapa membentuk bidang, dimana bidang adalah faktanya.

Taruhlah titik itu sebuah potensi, jika digeser dan ditarik akan dapa membentuk bola, dimana bola adalah faktanya.

Taruhlah titik itu sebuah potensi, jika digeser dan ditarik akan dapa membentuk spiral, dimana spiral adalah faktanya.

Oleh sebab suatu abstraksi, berkembanglah berbagai konsep untuk mempelajari dunia dengan menggunakan suatu analogi seperti misalnya dalam spiral ada dunia. Namun semuanya itu masih berada dalam pikiran kita. sehingga yang kita pikirkan barulah separuh isi dari dunia ini. Separuh dunia yang lain ialah yang berada di luar pikiran kita yaitu berupa fakta, pengalaman, dan realita.

Analogikan dunia ini adalah dua buah kurva normal. Satu kurva mewakili separuh duniaku, dan kurva yang lain mewakili separuh dunia yang lain. Dalam kurva separuh duniaku, garis x = 0 merupakan batas normal suatu pemikiran dan tindakan seseorang dalam lingkup dirinya. Standart deviasi dalam kurva normal tersebut mewakili adanya penyimpangan diri. Dan garis batas normal merupakan tanda keputusan atau batas toleransi suatu penyimpangan yang ada. Sedangkan dalam kurva separuh dunia yang lain, garis x = 0 merupakan garis batas sesuatu dianggap normal oleh masyarakat. Orang jawa menyebutnya “padha adate / padha umume”. Jika ingin dianggap masyarakat bahwa hidup kita bahagia, “melu adate wae”. Maka untuk menghindari sesuatu dianggap salah oleh masyarakat, bertindaklah seperti pada umumnya. Beradalah dalam garis batas normal. Dan daerah yang tidak berada dalam daerah normal disebutlah daerah bermasalah. Karena disitulah orang-orang yang dianggap oleh masyarakat sebagai orang yang bermasalah berada. Dengn setiap perlakuan yang dilakukan masyarakat terhadap orang yang bermasalah, maka jika orang tersebut masih berada dalam batas toleransi dan ingin menjadi seorang yang normal lagi dalam masyarakat, maka seseorang itu harus melakukan ritual RUWATan. Ruwatan merupakan konsep Jawa untuk menghilangkan suatu penyimpangan atau keanehan yang ada menurut masyarakat sekitar.
Secara filsafat, ruwat berarti penjelasan. Maka jika ada sesuatu yang aneh atau ganjil, maka perlu penjelasan agar menjadi jelas dan ‘gamblang’. Ritual ruwatan itu juga merupakan salah satu bentuk penjelasan dalam masyarakat jawa agar keanehan yang terjadi dapat segera berhenti.

Menurut Imanuel Kant, pikiran kita dibagi menjadi dua, yaitu dunia atas dan bawah yang didalamnya terdapat kategori pikiran yaitu kualitatif, kuantitatif, kategori, dan relasi. Dalam dunia atas terdapatlah logika dan apriori. Sedangkan dunia bawah terdapatlah pengalaman dan sintetik. Maka menurut konteks orang jawa, ruwat ini merupakan perantara antara logika dan pengalaman. Atau bias disebut penghubung dunia atas dan bawah pikiran manusia. Dengan adanya ketenangan jiwa, kita dapat mengetahui seberapa jauh orang Amerika sana menyetujui pendapat kita, prinsip orang jawa, yaitu anggapan bahagia bila ikut umum, “melu umum”, “padha liyane”. Dengan adanya penjelasan itu, sesuatu yang disebut mitos itulah dapat diubah menjadi logos atau ilmu. Sesuatu yang tak dapat dijelaskan itu dogma / otoritarian. Sedangkan orang yang tak mampu menjelaskan itu lah yang disebut seorang yang otoriter.

Selasa, 22 Maret 2011

cerita tentang dunia

tak terasa waktu berlalu melukiskan kisah hidup kita
--> waktu berjalan dengan cepatnya hingga tak terasa kita sudah bersama begitu lama. kita lewatkan hari-hari bersama dengan segenap rasa yang kita bawa tiap harinya.

canda tawa tangis amarah menghiasi memberikan warna
--> kadang tertawa, kadang menangis, kadang tersenyum, kadang bersedih. semua telah kita lewati bersama. masalah satu muncul, timbul tangis, hiburan satu muncul, timbul tawa. saat engkau menangis, kita ikut menangis. saatkau tersenyum, kita ikut tersenyum. saat sedih ada yang membuat canda hingga semua tertawa. keluguan yang dibuat baik sengaja atau tidak, jadi bahan ejekan, membuat tertawa, namun kadang membuat sakit hati. kita telah lewati itu semua ternyata. saat tak ada tawa, amarah pun mengisi diantara kita. jangan salah, persahabatan tak semulus yang dibayangkan. namun yang terhebat, kita bisa lalui tantangan yang ada.

SEBUAH CERITA UNTUK DUNIA
ukiran kisah kita mampu mewarnai dunia ini menjadi indah kawan...

kau berikan harapan di setiap langkahku
--> saat aku merasa tak ada lagi yang memperhatikan langkahku dan seakan aku ingin sekali berhenti melangkah, kau ulurkan tangan ku untuk menarik ku agar aku terus melangkah. kau berikan kata kata penyemangat agar aku terus meneruskan langkah ku.

kau berikan kekuatan di setiap lemahku
--> ketika aku lemah lunglai tak berdaya atas apa yang terjadi, kau berikan suatu energi yang sungguh luar biasa sehingga aku mapu berdiri tegak kembali dan bertenaga. kau buatku semangat melakukan sesuatu. kau buatku mampu merasakan indahnya dunia bila aku kuat dan terus berjuang demi hidup ini.

tak pernah terbayangkan diriku tanpa dirimu
--> apa jadinya aku tanpa kalian?
apa pentingnya aku tanpa kalian?
siapa aku tanpa kalian?
aku bukan apa apa dan aku bukan siapa siapa tanpa kalian
tak kan mampu aku begini jika tanpa kalian
aku bukanlah aku yang seperti ini tanpa kalian
entah siapa aku jika tak ada kalian

oh, temanku,

sahabat sejatiku...

Rabu, 16 Maret 2011

na na na na

na na na na
apa yang harus ku tulis.
sebuah cerita tapi bukan cerita.
sebuah puisi tapi bukan puisi.
hanya coretan belaka.
kisah lalu kembali teringat.
sebegitu parahnya aku sampai terjadi hal ini?
kenapa c??
aq hanya bisa tanya kenapa.
tak ada hal lain yang bisa kutanyakan selain kata kenapa.
andai kamu tahu,apa yang kurasa.
entah apa yang kamu katakan atau lakukan,
mungkin emosi, mungkin juga acuh
mungkin juga malah semakin benci aku.
(seperti pikiranku saat ini).
namun sesungguhnya aku tak mengerti apa yang engkau pikirkan.
karena apa yang ada dalam pikiranmu hanyalah engkau dan Dia yang tau.
aku tak tau apa yang engkau pikirkan saat ini.
entah kau masih mengingatku atau tidak.
(mungkin c masi ingat, tapi mungkin juga pura2 g ingat)
harapanku, apa yang kamu rasa sama dengan apa yang kurasa.
namun sepertinya aku bermimpi.
aku ingin bangun dari mimpi ku ini.
tapi serasa sangat sulit.
adakah yang bisa membantuku bangun dari mimpi ini.
keluargaku pun tidak.
ingin rasanya ku berteriak sekencang-kencangnya,
ingin rasanya menangis sekeras-kerasnya.
tapi hanya mampu dalam hati aku merasakannya.
tolong aku.....
bangunkan aku dari mimpi buruk ini.
mengapa aku masih saja terpuruk pada masa laluku.
sadarkah engkau telah membuatku begini?
ingin rasanya agar engkau tahu apa yang kurasa.
tapi menurutku ga penting juga.
toh tak akan mengubah apapun.
hanya membuat semakin pilu jika engkau hanya datang untuk sekejap.
enyahlah selamanya dari hatiku.
tak akan kucari lagi engkau.

Jumat, 25 Desember 2009

Great Christmas...

thanx God for this Christmas...
You give me many...
You give me much...
You give me all of the things so beautiful...
You give me the peacefulness...
You give me so much gift that I want...
very very thank you God...
I love You very much...
Love love and love...
Thanx God

Sabtu, 14 November 2009

belajar Psikologi

taukah kamu tentang psikologi??
yha...
saya yakin, anda semua pasti tahu apa itu psikologi. psikologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang kepribadian manusia.
nah, kali ini, saya tidak akan membahas tentang bagaimana ilmu psikologi dan perkmbangannya. tapi saya akan membahas sedikit cara membaca kepribadian orang dari tingkah lakunya.

membaca kepribadian orang bagi kebanyakan orang sangatlah sulit. namun bagi orang-orang yang peka terhadap kjadian yang terjadi di lingkungan sekitar, membaca kepribadian orang sangatlah mudah. dari tingkah laku, gaya bicara, cara memandang, semuanya dapat terlihat dari matanya. karena apa?? mata tak pernah berbohong. orang berbohong pasti bisa terlihat dari matanya.orang melakukan apapun juga dapat kita lihat dari matanya. semuanya tergantung kepekaan kita melihat dan merasakan apa yang sbenarnya terjadi di lingkungan kita.

anda ingin bisa membaca kepribadian orang??
cobalah rasakan bagaimana aura lingkungan sekitar anda dan pekalah terhadp lingkungan. dijamin pasti bisa...

hehehe
CU in another posting
GBU